Menurut Al Qur'an dan Al Kitab 7 hari penciptaan Tuhan !!!



Bicara tentang ilmu pengetahuan, Alquran memiliki materi yang sangat benyak mengenai hal – hal tersebut. Mulai dari pengetahuan yang masuk akal hingga yang diluar nalar manusia. Kitab suci umat islam yang ini memuat begitu banyak kajaiban alam semesta dan kebenaran ilmiah yang diantaranya baru terungkap dizaman yang sudah modern ini.
Teori penciptaan alam semesta misalnya, teori yang disebutjuga dengan istilah ‘Big Bang’ ini sering kali diperbincangkan oleh orang – orang disekitar kita pada saat baru-baru ini. Padahal, teori ini sudah diungkapkan oleh Al Quran hampir satu setengah abad yang lalu. Taukah anda apa itu teori Big Bang?  
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-9168725373120114"
     crossorigin="anonymous"></script>

Teori Big Bang adalah teori penciptaan alam semesta yang paling terkenal dan masuk akal. Di temukan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929, teori ini mengatakan bahwa alam semsta ini berasal dari kondisi yang super padat dan sangat panas, yang kemudian meledak dan mengembang menjadi banyak material yang tersebar di penjuru alam semesta. Hal ini terjadi lebih dari 13 juta tahun yang lalu.

Mari kita tengook sejenak Al Quran surat Hud ayat 7 yang berbunyi : “Dan Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam wktu enam hari”.

Taukah anda enam hari disini bukan seperti yang kita rasakan di bumi ini sekarang, karewna pada saat itu belum adanya bumi yang mengelilingi matahari. Makna enam hari disini berate enam tahapan penciptaan alam semesta, yang hal ini disebutkan oleh Allah dalam Al Quran surat An Nazi’at ayat 27-33 :

“27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya 28. Dia meninggikan bangunanya lalu menyempurnakanya 29. Dan Dia menjadikan malamya gelab gulita, dan menjadika siangnya terang benderang 30. Dan bumi sesudah itu dihamparkanya 31. Ia memancarkanya dari padanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuhan-tumbuhanya 32. Dan gunung-gunung dipancangkanya dengan teguh 33. (semua itu) untuk kesenaganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”.

Dari ayat-ayat diatas Surat An-Nazi’at ayat 27-33 dapat menjelaskan tahapan enam tahap penciptaan alam semesta secara kronologis. Urutan tahap tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Tahap Pertama (ayat 27) : Penciptaan langit pertama kali

Jika kita kembali ke masa lalu maka kita akan melihat alam semesta masih berupa titik yang satu, yang padad dan sangat panas lalu kemudian meledak dan menyebarkan materi kemana mana.


2. Tahap kedua (ayat 28) : Pengembangan dan peyempurnaan


Di ayat 28 ini terdapat kalimat “meninggikan bangunan” dan “menyempurnakan”. Kata “meninggikan bangunan” dianologikan alam semesta yang mengembang, sehingga benda-benda langit saling menjauh dan langit sendiri semakin meninggi.

Adapun kata “Penyempurnaan” berarti alam semesta tidak serta merta terbentuk tetapi terus berlangsung pembentukan itu, Misalnya : bintang-bintang masih ada yang muncul dan ada yang mati,

3. Tahap Ketiga (ayat 29) : Penciptaan Tata Surya


Pada ayat 29 ini, Allah menjadikan malam yang gelab gulita dan siang yang terang benderang. Itu berarti pada saat itu material-material yang tadinya terpecah berkumpul dan menjadi padat, lalu jadilah matahri dan juga planet-planet yang juga termasuk bumi yang mengitari matahari sehingga terciptalah siang dan malam.

4. Tahap Keempat (ayat 30) : Dibuatlah daratan di bumi



Pada saat awal pembuatan bumi, bumi masih erupa debu-debu tipis, kemudian berkumpulah debu-debu itu sehingga jadilah bumi. Tanah dibuat menjadi dataran rendah dan juga dataran rendah dan juga hamparan luas yang tak terhingga.

5. Tahap Kelima (ayat 31) : Munculnya air di bumi

Dari mana datangnya air? Air di perkiranakn berasal dari komet-komet yang menabrak bumi pada saat atmosfer bumi masih tipis. Unsur hydrogen yang dibawa komet bereaksi dengan unsur-unsur bumi dan membentuk uap-uap air lalu turun sebagai hujan dan kemudian memenuhi dataran-dataran rendah dengan air, sehingga jadilah laut, sungai dan danau. Dan setelah munculnya air di muka bumi, munculah tumbuhan-tumbuhan yang memulai peranan untuk menyeimbangkan ekosistem bumi.

6. Tahap keenam (ayat 32-33) : Proses geologis dan lahirnya kehidupan lain

Disini dejelaskan bahwasanya “gunung-gunung dipancangkan dengan teguh”. Berarti gunung diciptakan setelah daratan, air dan juga tumbuhan. Gunung terbentuk dikarenakan interaksi antar lempeng bumi.

Setelah terbentuknya gunung, diciptakan lah hewan-hewan dan juga manusia sebagaimana yang tertera di ayat 33.

Al Qur’an merupakan gudangnya ilmu pengetahuan, didalamnya banyak sekali ilmu-ilmu dasar dan juga ilmu terapan yang banyak berguna untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu Al Quran menjadi petunjuk yang menerangkan kegelapan ilmu didunia yang sudah rusak ini.


7. Allah berhenti. Berhenti bukan berarti Ia Lelah sebab itu bukan sifat Allah Akan tetapi hari penciptaannya telah selesai

7 Hari Penciptaan Alam Semesta Menurut Alkitab

1. Hari penciptaan pertama (Kejadian 1 : 1 -5)

Allah menciptakan langit dan bumi. "Langit" merujuk pada segala sesuatu yang ada di luar bumi; yang ada di luar angkasa. Bumi telah diciptakan, tapi belum dibentuk secara spesifik, meskipun sudah ada air. Allah kemudian menciptakan terang. Dia kemudian memisahkan terang dari gelap dan menamai terang itu "siang" dan gelap itu "malam." Pekerjaan penciptaan ini berlangsung dari malam sampai pagi – atau dalam satu hari.

2. Hari pencipataan kedua (Kejadian 1 : 6 – 8)

Allah menciptakan cakrawala. Cakrawala menjadi pemisah antara air di permukaan bumi dan uap air di udara. Pada saat ini, bumi telah memiliki atmosfer. Pekerjaan penciptaan ini berlangsung dalam satu hari.

3. Hari penciptaan ketiga (Kejadian 1 : 9 – 13)

Allah menciptakan tanah kering. Benua dan pulau-pulau berada di atas air. Kumpulan air yang besar dinamai "laut" dan tanah kering itu "darat." Allah menyatakan bahwa semuanya itu baik.

Allah menciptakan semua tumbuhan, baik yang besar dan kecil. Allah menciptakan kehidupan ini supaya bisa berkesinambungan; tumbuhan diberi kemampuan untuk bereproduksi.

Tumbuhan diciptakan dalam keragaman yang besar. Bumi menjadi hijau dan penuh dengan tumbuhan. Allah menyatakan bahwa semuanya ini juga baik. Pekerjaan penciptaan ini menghabiskan waktu satu hari.

4. Hari penciptaan keempat (Kejadian 1 : 13 – 19)

Allah menciptakan semua bintang dan benda-benda langit. Pergerakan dari benda-benda langit ini akan membantu manusia untuk memahami dimensi waktu. Dua benda langit besar diciptakan berkaitan dengan bumi.

Yang pertama adalah matahari, yang merupakan sumber cahaya utama, dan bulan, yang memantulkan sinar matahari. Pergerakan benda-benda ini akan membedakan siang dari malam. Pekerjaan ini juga dinyatakan baik oleh Alah. Pekerjaan penciptaan ini menghabiskan waktu satu hari.

5. Hari penciptaan kelima (Kejadian 1 : 20 – 23)

Allah menciptakan semua makhluk yang hidup di dalam air. Setiap makhluk apapun yang hidup di dalam air diciptakan di hari ke-5 ini. Allah juga menciptakan semua burung. Bahasa yang digunakan di bagian ini secara tersirat menyatakan kalau Allah mungkin juga menciptakan serangga di hari ke-5 ini (atau, jika tidak, serangga mungkin diciptakan pada hari ke-6)

Melalui reproduksi, semua makhluk ini diciptakan dengan kemampuan untuk tetap berkesinambungan. Makhluk hidup yang diciptakan pada hari ke-5 ini adalah makhluk pertama yang diberkati oleh Allah. Allah menyatakan bahwa pekerjaan ini baik.

6. Hari penciptaan keenam (Kejadian 1 : 24 – 31)

Allah menciptakan semua makhluk yang hidup di atas tanah kering. Termasuk manusia dan setiap jenis makhluk yang belum diciptakan pada hari-hari sebelumnya. Allah menyatakan bahwa segala yang dijadikan-Nya ini baik.

Allah Tritunggal kemudian berunding satu sama lainnya. "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kej 1:26). Ini bukan wahyu secara tersurat mengenai Allah Tritunggal, tetapi menjadi dasar bagi kita untuk memahami soal ini. Sama seperti ketika Allah menggunakan sebutan "kami" ketika merujuk diri-Nya.

Allah menciptakan manusia, dan manusia diciptakan menurut gambar Allah (laki-laki dan perempuan menampakkan gambaran ini). Manusia menjadi yang teristimewa di antara semua makhluk ciptaan lainnya. Untuk menekankan hal ini, Allah memberikan otoritas kepada manusia untuk berkuasa atas bumi dan atas semua makhluk lainnya. Allah memberkati manusia dan memerintahkannya untuk bereproduksi, memenuhi bumi dan menaklukkannya (menguasainya di bawah otoritas manusia yang sah, sebagaimana diizinkan oleh Allah).

7. Hari penciptaan ketujuh (Kejadian 2 : 1 – 3)

Allah beristirahat. Bukan untuk menunjukkan bahwa Dia lelah karena upaya penciptaan-Nya, tetapi untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai. Selanjutnya, Allah menetapkan pola di mana ada satu hari untuk setiap tujuh hari bagi manusia untuk beristirahat.

Mungkin sampai disini kita Paham. Referensi ini bukan suatu bahan Perdebatan akan tetapi sebagai pengetahuan kita dari tidak tahu menjadi tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Viral!! Bocah 12 Tahun Hamil dan Melahirkan, Pelakunya Abang Kandung dan Penarik Ojek RBT

ANIES BASWEDAN VS GANJAR PRANOWO. SIAPAKAH YANG KUAT?

siapa sangkaTERNYATA BEGINI ISI CHAT MENANTU DAN MERTUA. Sang istriTidak menyangka!!! ketidaksetiaan.